Sabtu, 18 April 2015

perkembangan sistem informasi




Pengertian Windows

Pengertian Sistem Operasi Windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan antarmuka bergrafis.pada umum nya system oeprasi ini banyak sekali di gunakan oleh masyarakat, dari kalangan menengah ke atas hingga ke bawah. 
Microsoft-Windows-Dominate-Market-2012.jpg (500×342)
Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar.
Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS.
Berikut sejarah windows dari versi awal hingga saat ini.
Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS.
Berikut sejarah windows dari versi awal hingga saat ini.
1. Microsoft Windows 1
2. Microsoft Windows 2
3. Microsoft Windows 3
4. Microsoft Windows 3.1
5. Microsoft Windows 3.11 Workgroup
6. Microsoft Windows 95
7. Microsoft Windows 98
8. Microsoft Windows 2000
9. Microsoft Windows Me (Millenium)
10. Microsoft Windows NT (Next Technology)
11. Microsoft Windows XP (Experience)
12. Windows Server 2003
13. Windows Fundamentals for Legacy PCs sebagai platform thin client
14. Windows Vista
15. Windows Home Server
16. Windows Server 2008
17. Windows 7
18. Windows 8
Pengertian Sistem Operasi & Sistem Operasi Windows
Pengertian Sistem Operasi
Operating system (OS) atau yang sering di sebut sistem operasi adalah sekumpulan perintah dasar yang berperan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer .


Pengertian Sistem Operasi Windows
Microsoft Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft yang menggunakan antarmuka dengan pengguna berbasis grafik (graphical user interface).


Gambaran Umum Sistem Informasi

GAMBARAN UMUM SISTEM INFORMASI

Gambaran Umum Sistem Informasi

Macam-macam Sistem Informasi, antara lain :
Sistem Reservasi pesawat terbang, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan / pembelian tiket
Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan
Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke Rumah Sakit karena didalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien
Sistem layanan akademis berbasis web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis

Beberapa Kemampuan Sistem Informasi
Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat dan cepat
Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses
Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
Pembiayaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual

Kemampuan-kemampuan ini mendukung sasaran bisnis yang mencakup :
Peningkatan produktivitas
Pengurangan biaya
Peningkatan pengambilan keputusan
Peningkatan layanan ke pelanggan
Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru

Jadi Sistem Informasi adalah Kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi
Sistem Informasi Tidak Sama Dengan Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen merupakan salah satu jenis Sistem Informasi, yang secara khusus ditujukan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen dan untuk pengambil keputusan.
Teknologi Informasi
Teknologi Informasi Tidak Sama Dengan Sistem Informasi
Teknologi Informasi hanyalah bagian Sistem Informasi

Teknologi Informasi dibagi menjadi 6 kelompok :
Teknologi Masukan
Teknologi Keluaran
Teknologi Perangkat Lunak
Teknologi Penyimpan
Teknologi Telekomunikasi
Mesin Pemroses

Peranan Teknologi Informasi
Menggantikan Peran Manusia
Memperkuat Peran Manusia
Melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses

Kamis, 16 April 2015


Pengertian Sistem Informasi
apakah yang dimaksud dengan sistem informasi itu........?
Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia, dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku lainnya.
pengertian-sistem-informasi.jpg (400×289)

Pengertian Sistem Informasi menurut beberapa Ahli
Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dariprosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.

komponen sistem informasi
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.

     
 Karakter Sistem informasi
1. sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.

2. ruang lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang meupakan gari bats lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.

3. tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.

4. lingungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.

Klasifikasi Sistem :
• Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara
fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem produksi dll.)
• Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar
angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut humanmachine
system (contoh ; sistem informasi)
• Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga
keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak
ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara
relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya.
Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian
dari sistem buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer
sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.


Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :
• Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang
berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan
perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian
besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem
yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua
sistem selalu berkembang.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas
menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat
dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam
strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok
manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu
dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan
dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan
biaya sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa.
Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar
yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan,
bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai
bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain
pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman
dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah
hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang
tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan
perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin
tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi
khusus untuk menjalankan sistem.
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
1.      Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
2.      Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
3.      Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
4.      Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
5.      Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
6.      Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.


Senin, 16 Maret 2015

PLIK /MPLIK



PLIK/MPLIK:
IMPLEMENTASI, TUJUAN DAN PERMASALAHAN YANG TIMBUL

Paper yang Disusun guna Memberi Wawasan
kepada  Para Pembacanya

Oleh :
Aditiya Pakpahan                 (NIM : 140121019)
Jenisman Dachi                    (NIM : 140121032)
Jountry Andika Sipayung    (NIM : 140121076)
Lolita Lumban Gaol            (NIM : 140121120)
Petrus Sibuea                       (NIM : 140121102)



Jurusan Teknik Informatika
STMIK Pelita Nusantara
Medan 2014
Prakata Penulis
            Puji Syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena rahmat dan perkenannya, kami bisa menyelesaikan paper ini dalam waktu kurang lebih dua minggu, walau dalam prosesnya mengalami banyak tantangan dari berbagai hal, baik itu hal eksternal maupun hal internal yang telah banyak menguras tenaga, pikiran, dan waktu.
            Pada prosesnya banyak pihak yang terlibat dalam pembuatan paper ini, baik itu semua anggota team yang memang terlibat di dalamnya maupun itu dari para narasumber yang kami dapatkan dari artikel-artikel seperti www.detik.com dsb. Untuk itu semua kami mengucapkan terimakasih kepada setiap yang terlibat.
            Harapan kami dari penulis paper dan mereka para narasumber yang telah mencurahkan seluruh tenaga dan waktu untuk menyelesaikan paper ini, tidak lain agar paper ini dapat memberi manfaat dan informasi yang berguna bagi para pembaca.

Medan 2014
                                                                                                            Penulis
                                                                                   

                                                                                                      Aditiya Pakpahan
                                                                                                      Jenisman Dachi
                                                                                                     Jountry Andika Sipayung
                                                                                                     Lolita Lumban Gaol
                                                                                                     Petrus Sibuea     



                                                           Daftar Isi

Prakata Penulis…………………………………………………………………………….  2
Daftar Isi………………………………………………………………………………….      3
Abstrak……………………………………………………………………………………     4
Pendahuluan …………………………………………………………..........................     6
·         Pengertian PLIK / MPLIK………………………………………………………..    6     
·         Jenis PLIK………………………………………………………………………..     6
Pembahasan………………………………………………………………………….....      7
1.Organisasi Pelaksanaan Program PLIK /MPLIK………………….......................      7
1.1 Organisasi Pelaksana……………………………………………………………         7      
1.2 Pelaksanaan Program PLIK / MPLIK……………………………………………       7
2.Tujuan Program PLIK / MPLIK……………………………………………………….     9
3. Permasalahan Dalam Program PLIK / MPLIK……………………………………    10
Penutup…………………………………………………………………………………     14
Materi Pendukung Paper……………………………………………….......................  15     


                                                                                                                                                                                               
                                                                                               
                                                                                                           
                                                         Abstrak
            Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, maka kebutuhan akan internet juga semakin tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Itu bisa terlihat dari setiap kegiatan yang kita lakukan, di mulai dari memperoleh informasi-informasi, entertainment, kontak jarak jauh dengan layanan yang dikenal chat dan bahkan untuk belanja keperluan hidup zaman sekarangpun sudah bisa di lakukan dengan online.
            Namun seiring dengan perkembangan teknologi itu dan semakin banyak perusahaan-perusahaan yang menyediakan layanan internet, ternyata itu tidak serta merta memberi dampak yang baik untuk masyarakat kita. Itu bisa terlihat dengan masih banyaknya masyarakat yang belum bisa mendapatkan layanan internet yang baik hingga menarik perhatian pemerintah untuk membangun sebuah layanan internet untuk setiap daerah.
            Adapun tujuan daripada pemerintah akan program layanan internet ini, di harapkan bisa membantu dan member dampak nyata kepada seluruh masyarakat khususnya untuk mereka yang sangat sulit mengakses internet.
            Tujuan pembuatan makalah ini adalah di dasari oleh dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum tahu tentang program pemerintah ini atau yang disebut dengan Pusat Layanan Internet Kecamatan(PLIK). Jadi dengan pembuatan makalah ini diharapkan bisa memberi wawasan dan gambaran yang jelas tentang program pemerintah ini, sehingga pengimplementasian daripada program ini bisa efektif dan membawa dampak yang baik kepada masyarakat sehingga tidak menjadi sia-sia.
            Besar harapan kami akan makalah ini bisa membantu para pembaca, sehingga tidak menjadi sesuatu yang sia-sia sehingga kita boleh memperoleh dampak yang sama akan layanan ini.
            Akhir kata dan permulaan dari makalah ini, kami ucapkan terimakasih dan mohon maaf akan setiap kekurangan yang ada didalamnya. Demikianlah  abstrak yang dapat kami tulis, kami ucapkan terima kasih dan salam super.

Bab I
Pendahuluan
1.Pengertian PLIK/MPLIK
PLIK(pusat layanan internet kecamatan)/MPLIK(mobile pusat layanan internet kecamatan) adalah sebuah program pemasyarakatan internet yang dilaksanakan oleh Menkoinfo Indonesia  dengan tujuan mengenalkan internet ke daerah-daerah terpencil atau masih tertinggal akan perkembangan teknologi sehingga pengetahuan masyarakat tentang internet merata hingga ke daerah –daerah terpencil.
Tujuan tersebut sangatlah penting mengingat perkembangan teknologi yang semakin canggih dan selalu berkaitan dengan internet.Maksudnya,sumber-sumber informasi yang berkaitan dengan segala perkembangan zaman dapat kita lihat di internet.Kebutuhan akan informasi yang up to date adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi kita semua agar tidak tertinggal akan informasi.Ruang lingkup komunikasi  yang tidak terbatas mengharuskan kita harus belajar banyak tentang internet.Itulah salah satu tujuan Menkoinfo Indonesia agar masyarakat indonesia secara keseluruhan mengetahui internet serta mamfaatnya.
2. Jenis PLIK
            Menurut jenisnya, PLIK itu sendiri di bagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :
·         PLIK yang bersifat tetap adalah Pusat Layanan Internet Kecamatan yang ditempatkan secara tetap di WPUT (Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi) Internet Kecamatan.
·         PLIK yang bersifat bergerak adalah Pusat Layanan Internet Kecamatan yang memiliki kemampuan berpindah tempat (mobile) untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau oleh Layanan PLIK yang bersifat tetap di WPUT Internet Kecamatan, disebut Mobile-PLIK (MPLIK).



Bab II
Pembahasan
1.    Organisasi Pelaksana dan Pelaksanaan Program PLIK/MPLIK
1.1.         Organisasi pelaksana
            BPPPTI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika) adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika(sumber: news yahoo)
Program PLIK/MPLIK yang dicanangkan oleh Menkoinfo diawali sekitar tahun .Hingga saat ini sudah terdapat PLIK sebanyak 4.218,sedangkan MPLIK ada sekitar 1.907.Pelaksanaan program tersebut didasarkan atas amanat dari pasal 5 peraturan Menkoinfo tentang penyediaan jasa akses internet.Setiap PLIK/MPLIK ditugaskan mengunjungi daerah-daerah yang masih kurang paham akan internet.Yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah masyarakat yang masih jarang mengakses informasi dari internet.Dengan adanya program PLIK/MPLIK ini,masyarakat dapat melihat ataupun mengakses internet untuk melihat informasi ataupun aplikasi-aplikasi yang menunjang komunikasi seperti facebook,twitter,we chat,ataupun jejaring sosial lain.
1.2.         Pelaksanaan Program PLIK/MPLIK
            Proyek Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pelayanan Internet Kecamatan (MPLIK) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ternyata tidak hanya melibatkan kecamatan-kecamatan yang ada di perkotaan provinsi, namun juga melibatkan seluruh kecamatan yang ada.
Sebagai contoh,pada saya masih duduk di bangku SMA,MPLIK datang mengunjungi sekolah saya. Sekolah saya terletak di sebuah desa yang akses internetnya masih jarang.Pada waktu itulah saya membuka internet.Maklumlah pada saat itu saya belum mempunyai handphone sehingga saya jarang membuka internet.Itu sekitar tahun 2012 .Itulah salah satu bukti nyata pelaksanaan program PLIK/MPLIK yang sudah saya amati bahkan saya mamfaatkan.Akan tetapi pada waktu itu ,aksesnya sangat lambat,mungkin disebabkan oleh letak daerah kami yang agak jauh dari perkotaan,sehingga memungkinkan jaringannya kurang mendukung.
            Sejauh ini,secara keseluruhan PLIK/MPLIK sudah 70% terlaksana .Itu sangat membantu masyarakat  terpencil di berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan akses internet.Pelaksanaan program tersebut dapat menghilangkan kesenjangan informasi dan pendidikan di tanah air.Dengan adanya program PLIK/MPLIK ini,penyebaran informasi dapat terlaksana secara merata di masyarakat.Sebagai contoh,seorang anak yang tinggal di daerah Sidikalang,dan tempat tinggalnya masih tergolong terpencil.Ketika PLIK/MPLIK datang ke sekolah/desanya,si anak tersebut dapat belajar sedikit banyak tentang internet.Ketika si anak tersebut misalnya pergi ke kota ,dia tidak akan canggung lagi tentang internet.Minimal ia sudah mengetahui ataupun melihat dasar atau hal hal umum yang diperoleh di internet tersebut.Tidak seperti jika ia belum pernah sama sekali melihat ataupun menggunakannya.
            Golongan yang paling penting mendapat manfaat PLIK/MPLIK adalah golongan pelajar dan remaja.Merekalah golongan yang memang harus dipersiapkan mentalnya tentang teknologi dan informasi.Golongan pelajar dan remaja perlu sekali mendapatkan pengetahuan tentang akses internet karena akan dihadapkan dengan perkembangan yang lebih rumit lagi di masa yang akan datang.Jika tidak dipersiapkan mulai dari sekarang ,itu akan menghasilkan generasi tertinggal.Meskipun masih tinggal di desa,tidak selamanya mereka berdiam di desa tersebut.Mereka (golongan pelajar/remaja) suatu saat akan berpindah ke kota atau tempat yang lebih maju dari tempat dia semula.Oleh karena itulah program ini dilaksanakan demi tercapainya pemerataan akses informasi bagi seluruh masyarakat.
            Yang kedua adalah golongan orang –orang dewasa.Ini dikarenakan banyaknya hal/informasi yang diperoleh dari internet yang sangat menunjang berbagai aspek pekerjaan maupun kebutuhan.Jika kita amati,seorang guru yang tinggal di pedesaan akan sangat berbeda pengetahuannya tentang akses internet disbanding dengan guru yang tinggal di kota.Ketika PLIK/MPLIK sampai di desa tempat ia mengabdi,maka ia dapat melihat dan menelusuri berbagai bidang yang belum ia pahami guna meningkatkan pemahamannya tentang  bidang yang ia geluti,yaitu mengajar.Dan kesimpulannya,hampir semua golongan butuh pengetahuan akan internet,karena hampir seluruh aspek kehidupan kita didukung oleh pengetahuan dan teknologi yang lebih dominan bersumber dari internet.Disebabkan juga oleh karena kita hidup di zaman yang high tech dan pesat.Jika kita tidak mengikuti perkembangan tersebut,itulah yang menyebabkan kita tertinggal dari orang lain/bangsa lain.

2.Tujuan Program PLIK / MPLIK
Adapun tujuan dilaksanakannya program PLIK / MPLIK ini adalah :
·         Mengurangi tingkat ketertinggalan informasi di berbagai daerah terpencil di Indonesia.
·         Mensosialisasikan perkembangan informasi melalui internet ke daerah – daerah yang masih kurang up to date terhadap perkembangan zaman.
·         Menyetarakan tingkat pendistribusian informasi.
·         Mengenalkan berbagai manfaat penting yang kita peroleh dari internet ,terutama bagi masyarakat yang sering atau bahkan menganggap bahwa internet itu tidak penting sama sekali.PLIK / MPLIK diharapkan mampu membuka pikiran kuno warga desa tentang internet agar mereka tahu bahwa internet sangat  penting menunjang berbagai aspek kehidupan.
·         Membantu masyarakat terutama yang tinggal di daerah pedesaan untuk mengenal internet serta aplikasi di dalamnya serta cara menggunakannya.
·         Membantu para pelajar yang tinggal di pedesaan untuk mendapatkan informasi.Mereka dapat melihat / mencari situs yang mendukung tugas – tugas mereka.Itu sangat penting agar mereka tidak merasa terkejut katika dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan internet.
·         Membantu  masyarakat yang butuh informasi / perlu menggunakan aplikasi internet ,ketika mereka tidak memiliki media akses internet tersebut.
Itulah berbagai tujuan dilaksanakannya program PLIK / MPLIK tersebut. Pada kesimpulannya, PLIK / MPLIK sangatlah membantu atau pun bermanfaat bagi masyarakat.

3.Permasalahan dalam Pelaksanaan PLIK / MPLIK
Berdasarkan fakta yang diperoleh dari lapangan mengatakan bahwa pelaksanaan program PLIK / MPLIK masih 70 % berjalan dengan baik. Mengapa hanya 70 % saja? Dan 30 % lagi dimana? Pada pembahasan ini akan kita bahas berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan program PLIK / MPLIK sehingga terkadang kurang efisien atau kurang memberi pelayanan prima kepada masyarakat.Berbagai alasan tersebut akan diuraikan satu per satu berikut ini yaitu :
·         Perencanaan yang tidak konsisten
Program PLIK / MPLIK  tidak sesuai dengan perencanaan yang dijalankan ,karena perencanaan tersebut tidak didahului dengan pembangunan sistem pengawasan yang baik serta system pembayaran terhadap program sistem informasi manajeman monitoring layanan internet kecamatan (SIMMLIK).
·         Model Pelaksanaan
Pelaksanaan program PLIK / MPLIK disebut dengan nett contrack yaitu pemerintah membeli layanan dengan harga sebagian harga biaya produksi sesuai dengan estimasi besaran defisit.Namun pelaksanaan nett contrak tersebut tidak berjalan dengan baik,itu disebabkan karena kurangnya pengawasan terhadap awal perencanan hingga pelaksanaan di lapangan.
·         Penempatan PLIK / MPLIK
Berdasarkan pengertian ataupun definisinya, sudah selayaknya PLIK / MPLIK ini berada di daerah pedesaan atau daerah yang akses internetnya masih kurang.Namun,fakta di lapangan menunjukkkan bahwa masih ada PLIK / MPLIK yang berhenti di kota. Ini sangat menyolok karena sudah tidak pantas PLIK / berada di kota. Di kota terdapat banyak warnet yang memberikan jasa akses internet kepada  masyarakat. Oleh karena itu,PLIK / MPLIK yang seharusnya datang ke desa – desa akhirnya tidak sampai di pedesaan.Oleh sebab itu,tujuan yang seharusnya diemban oleh pihak penyelenggara tidak terlaksana.
·         Peralatan
Selain beberapa kendala diatas ,tidak terlaksananya PLIK / MPLIK dengan baik disebabkan karena sebagian perangkat PLIK / MPLIK tidak berjalan dengan baik,sebagian dari perangkat tersebut juga mengalami kerusakan.Proses untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada perangkat PLIK / MPLIK sangat lambat.Penelitian di lapangan membuktikan bahwa operator / driver tidak mendapat dana dari penyelenggara jasa / mitra yang ditunjuk.Hal ini menyebabkan rendahnya kemauan untuk memperbaiki/meningkatkan kualitas PLIK / MPLIK tersebut.Kita tidak bisa memungkiri bahwa kita semua butuh dana maupun upah dalam mengerjakan sesuatu. Itu adalah hal yang sangat wajar dalam kehidupan kita.
Hal ini memiliki kesamaan dalam hal perbaikan terhadap perangkat PLIK / MPLIK.Jika tidak ada dana untuk perbaikan perangkat yang rusak,mungkinkah terjadi perbaikan oleh operator tanpa dana yang tersalurkan? Hal ini dapat kita jawab sendiri.Oleh karena itu,pelaksanaan PLIK / MPLIK mengalami gangguan selama perbaikan tidak ada
·         Kerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten atau Kecamatan sangat minim
Penelitian di lapangan menunjukkan bahwa sebagian pemerintah daerah , dalam hal ini Bupati,Camat,ataupun Kepala Desa tidak mendapat surat dari Kemenkoinfo tentang dukungan penyelanggaraan  program PLIK / MPLIK .Sudah seharusnya pihak penyelenggara melayangkan surat kepada pemerintah daerah tentang adanya program pelaksanaan ini.Jika surat tidak ada,maka sebagian dari pemda yang bersangkutan kurang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PLIK / MPLIK tersebut. Jika terjadi kerusakan ataupun gangguan terhadap sejumlah perangkat PLIK / MPLIK maka Pemerintah Daerah yang tidak menerima surat sebelumnya dari pihak penyelenggara tidak akan memberi perhatian kepada program tersebut.
            Selain itu,dengan tidak adanya surat dari Kemenkoinfo,pendistribusian PLIK / MPLIK tidak merata.Ini disebabkan karena lokasi yang paling membutuhkan layanan dalam program ini adalah keputusan dari pemda setempat.Karena pemerintah daerah setempat lah yang sesungguhnya mengetahui daerah –daerah mana saja yang paling membutuhkan layanan tersebut.
·         Kurangnya keseriusan pengelola
Pihak pengelola seperti operator,driver ,dan mitra lainnya kurang serius dalam menjalankan program PLIK/ MPLIK tersebut.Alasan yang paling utama dari ketidakseriusan pelaksanaan program tersebut adalah minimnya dana dan terkadang tidak ada sama sekali yang diberikan kepada operator maupun driver.Inilah yang menyebabkan terkadang PLIK / MPLI menetap atau tidak beroperasi .
·         Pendistribusian tidak merata
Pendistribusian / penyebaran PLIK / MPLIK tidak merata di beberapa tempat.Ini dikarenakan sebagian PLIK /MPLIK tidak beroperasi .Oleh karena itu,sebagian daerah yang seharusnya sangat membutuhkan atau sangat penting mendapat layanan ini pada akhirnya tidak mendapatkan layanan tersebut.
·         Sosialisasi rendah
Sosialisasi antara pihak penyelenggara dengan masyarakat ataupun pemerintah setempat sangat minim.Sebelum program ini dijalankan sudah seharusnya terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat dan pemerintah setempat seperti apa pentingnya program PLIK / MPLIK tersebut.Dengan adanya sosialisasi dari pihak penyelenggara,tidak tertutup kemungkinan masyarakat akan memberikan respon positif terhadap program tersebut.
·         Adanya pungutan terhadap user
Di sebagian daerah, pihak penyelenggara dalam hal ini operator melakukan pungutan terhadap user.Ini dibuktikan seperti yang terjadi di Bangka Tengah,Bangka Belitung.Pengadaan pungutan terhadap user bukanlah sebuah ciri dari layanan prima. Hal ini jika dibiarkan akan menimbulkan efek negatif dimana sebagian masyarakat akan memandang bahwa Progam PLIK / MPLIK adalah sebuah program layanan bertarif ,bukan lagi layanan gratis.
·         Koneksi lambat
Hal ini tidak bisa disalahkan kepada pihak manapun karena sebagian daerah di Indonesia sangat jauh dari perkotaan.Hal ini menyebabkan jaringan akan sangat lambat.Sebagian dari user akan sangat malas menggunakan layanan tersebut.Hal ini juga disebabkan sudah hampir seluruh warga Indonesia yang tinggal di kota maupun di desa memiliki handphone yang memiliki layanan akses internet,sehingga sebagian user malas menggunakan layanan yang di berikan oleh Kemenkoinfo tersebut dan lebih dominan menggunakan aplikasi yang ada di ponsel mereka.
·         Penyimpangan dana
Dana yang dipergunakan untuk program PLIK / MPLIK  ini adalah dana dari USO(Universal Service Obligation) sebesar 1.25 % dari pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi atau sebesar Rp 2.4 triliun.Penelitian di lapangan menemukan bahwa terdapat banyak penyimpangan terhadap dana tersebut.Sebuah permasalahan yang sudah mengakar di Negara Indonesia ,yaitu tentang aliran uang.
Adapun permasalahan-permasalahan yang timbul dalam penyelengeraannya seperti yang sudah kita ketahui bersama, terlepas dari itu semua kita bisa melihat tujuan dari program ini akan sangat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi-informasi yang di perlukan terutama tentang perkembangan zaman yang semakin meruncing akan persaingan. Kita hanya berharap bahwa  masalah itu tidak sampai merusak tujuan dari program layanan pemerintah.










Bab III
Penutup

            Setelah pokok pembahasan yang cukup melelahkan, kami berpikir bahwa penyelengaraan program PLIK oleh pemerintah ini sangat memberi dampak yang positif, hanya saja terasa miris ketika melihat kekurangan, kendala-kendala dan pelanggaran dalam penyelenggarannya, baik itu dari pihak eksternal maupun dari pihak internal, khususnya pihak yang berwajib dalam penyelenggaraan tersebut.
            Terlepas dari semua kendala-kendala dan pelanggaran akan penyelengaraannya, kita berharap Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan melaksanakan  kegiatan bimbingan teknis bagi operator mobile pusat layanan Internet Kecamatan (MPLIK) agar benar-benar mampu dimamfaatkan dengan benar oleh masyarakat setempat. Dan dengan adanya kegiatan Bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman dan  kemampuan operator  MPLIK di lingkungan  pemerintah  Provinsi Sumatera Utara dalam  mengoperasikan  MPLIK. Dan tentunya juga kita mengharapkan  kepada peserta pengelola  operator  MPLIK  supanya  benar-benar waktu yang diberikan dimanfaatkan dan memahami  pelajaran yang disampaikan  nara sumber. Sehingga hasilnya  dapat dioperasikan kepada  masyarakat khususnya anak pelajar  tingkat pendidikan  SMP, SMA, Perguruan Tinggi, karena pelajar inilah  yang  membutuhkan  informasi  teknologi untuk mencari  informasi ilmu pengetahuan guna keperluan di sekolahnya dan demi terwujudnya SDM operator MPLIK yang kontributif terhadap literasi TIK  bagi masyarakat.
Teknologi informasi dan komunikasi sudah  menjadi bagian dari hidup kita, saat ini di Indonesia tercatat 63 juta pengguna internet. Pemerintah melalui Kemenkominfo  melakukan  berbagai kegiatan  bertujuan  meningkatkan penetrasi TIK diberbagai daerah di Indonesia yang dilaksanakan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) melalui program  pengadaan pusat layanan internet Kecamatan (MPLIK).
Kita juga berharap agar lebih sering diselenggarakan Bintek ini ditahun selanjutnya demi meningkatkan kapabilitas SDM operator MPLIK  agar mampu mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat di daerahnya masing-masing sehingga tujuan untuk menjadikan  masyarakat di Provinsi Sumatra Utara sudah melek informasi dan tidak ada yang gaptek  teknologi informasi  sesuai  dengan  visi   KemKominfo  yaitu terwujudnya   masyarakat  informasi di tahun 2015.


















                Materi Pendukung Paper
Dalam pembuatan paper ini, kami mengacu pada tiga sumber artikel,yang diurutkan sebagai berikut:
·         www.Dakwatuna.com ( PLIK 70% Berjalan Sukses Bantu Akses Informasi Daerah Terpencil).
·         www.Wikipedia.com- (Bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas ( Proyek PLIK).
·         www.detik.com
·         www.tempo.co.id